Mulakan Harimu

Mulakan Harimu
" Tiap urusan yang tidak dimulai dengan Bismillahirrhmanirrahim maka terputuslah berkatnya (bagaikan anggota badan yang terkena kusta) "

Sunday, May 23, 2010

Analogi Senaskah Al-Quran dan Selembar Karpet


Sambungan post yang lepas....


"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan."Cikgu ada Qur'an,cikgu
akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang anda berdiri diluar karpet.
Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada ditengah
tanpa memijak karpet?" Murid-muridnya berpikir . Ada yang mencuba alternatif
dengan tongkat,dan lain-lain. Akhirnya Guru memberikan jalan keluar,
digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak
karpet." Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya...
Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak anda dengan terang-terang...
Kerana tentu anda akan menolaknya mentah mentah. Orang biasapun tak akan
rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda
perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sedar.

"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak yang kuat.
Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat.
Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dengan
tapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu,
kerusi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah
dihancurkan..."

"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghentam
terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai dari
perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun anda
muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang
mereka... Dan itulah yang mereka inginkan." "Ini semua adalah fenomena
Ghazwul Fikri Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh
kita... "

"Kenapa mereka tidak berani terang-terang memijak-mijak cikgu?" Tanya murid-
murid.

"Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib,
Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi.""Begitulah Islam...
Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sedar, akhirnya hancur.
Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak,
baru mereka akan sedar".
"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa
dahulu sebelum pulang..." Matahari bersinar terik takala anak-anak itu
keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di
kepalanya...

Selamat Berfikir dan Beramal

Allahualam.

No comments: