Mulakan Harimu

Mulakan Harimu
" Tiap urusan yang tidak dimulai dengan Bismillahirrhmanirrahim maka terputuslah berkatnya (bagaikan anggota badan yang terkena kusta) "

Saturday, February 25, 2012

Astaghfirullah Al-Azim adalah kalimah itu..





Rasulullah s.a.w telah bersabda yang maksudnya:

”Demi Allah, kalau kamu tidak berdosa, Allah akan menjadikan satu umat lain yang melakukan dosa, lantas mereka beristighfar kepada Allah lalu diampuni dosa mereka.” 
(Riwayat Muslim) 


Istighfar bukan setakat jalan untuk memohon ampun atau taubat, tapi ianya jalan kepada pembukaan pintu-pintu rezeki.

bukti-buktinya...

1. Kisah Nabi Nuh dan Kaumnya

"Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu', sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". 
(Nuh : 10-12) 

2. Kisah Umar bin Khaththab Radhiyallahu 'anhu  ketika beliau memohon hujan dari Allah Ta'ala.

 Mutharif meriwayatkan dari Asy-Sya'bi :
"Bahwasanya Umar Radhiyallahu 'anhu keluar untuk memohon hujan bersama orang banyak.
Dan beliau tidak lebih dari mengucapkan istighfar (memohon ampun kepada Allah) lalu beliau pulang.

Maka seseorang bertanya kepadanya, 'Aku tidak mendengar Anda memohon hujan'.
Maka ia menjawab, 'Aku memohon diturunkannya hujan dengan majadih'.

3. Kisah Imam Al-Hasan Al-Bashri  kepada setiap orang yang mengadukan kepadanya tentang kegersangan, kefakiran, sedikitnya keturunan dan kekeringan kebun-kebun.

Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bahwasanya ia berkata :
"Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan (bumi)
maka beliau berkata kepadanya,
'Ber-istighfar-lah kepada Allah!.

Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan
maka beliau berkata kepadanya,
'Ber-istighfar-lah kepada Allah!.

Yang lain lagi berkata kepadanya, 'Do'akanlah (aku) kepada Allah, agar Ia memberiku anak!,
maka beliau mengatakan kepadanya,
'Ber-istighfar-lah kepada Allah!.

Dan yang lain lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya
 maka beliau mengatakan (pula) kepadanya,
'Ber-istighfar-lah kepada Allah!".

Dan kami menganjurkan demikian kepada orang yang mengalami hal yang sama.

 Maka Al-Hasan Al-Bashri menjawab,
'Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri.
Tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh.

Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". 
(Nuh 10-12). 

4. Kisah Nabi Hud AS kepada kaumnya

 " Dan (Hud berkata), Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa".
 (Hud : 52) 

" Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadaNya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat". 
(Hud : 3) 

5.  Hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, An-Nasa'i, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu 'anhuma ia berkata,

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Artinya : Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka " 



Dari Abu Hurairah r.a katanya, Rasulullah s.a.w bersabda:
"Allah Taala sangat gembira menerima taubat seseorang kamu melebihi kegembiraan seseorang yang menemui kembali barangnya yang hilang." (Riwayat Muslim) 

 Katakanlah: "Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dia lah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani." (Az-Zumar: 53) 

 Orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji, atau menganiaya diri sendiri, mereka segera ingat kepada Allah lalu memohon ampun akan dosa mereka - dan sememangnya tidak ada yang mengampunkan dosa-dosa melainkan Allah -, dan mereka juga tidak meneruskan perbuatan keji yang mereka telah lakukan itu, sedang mereka mengetahui (akan salahnya dan akibatnya). Orang-orang yang demikian sifatnya, balasannya ialah keampunan dari Tuhan mereka, dan Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya; dan yang demikian itulah sebaik-baik balasan (bagi) orang-orang yang beramal. 
(Surah: Al-Imran 135-136) 

Tapi berhati-hatilah dengan niat istighfar itu, jaga sekadar tinggal pada percakapan tanpa perbuatan.
Kerana Allah itu itu Maha TAHU apa yang ada di dalam hatimu.
Kepada siapa kamu mahu menipu??

Akhir sekali...
Ingatlah pesan nabi ini

“Wahai umat manusia, bertaubatlah kepada Allah. Karena sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari kepada-Nya seratus kali.” 

Apabila dibandingkan dengan Nabi, maka ketahuilah kita ini jauh lebih memerlukan istighfar dan taubat daripada baginda..

Oleh itu, 
. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang pandai ber-istighfar. 
Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Amin, wahai Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus mahluk-Nya. 

Astaghfirullah Al-Azim...

Allahualam.

Ingatkan aku selalu..

No comments: